loading...

Breaking News

Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Infeksi Rahim dengan Menggunakan Metode Dempster


BAB I
PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang
     Infeksi rahim bisa terjadi pada siapa saja. Gejala maupun ciri yang ditimbulkan juga tergantung seberapa parah kondisi infeksinya. Penyakit infeksi rahim pada umumnya sulit dideteksi. Biasanya gejala awalnya hanya berupa gejala-gejala biasa berupa demam. Infeksi raim biasanya diderita oleh sebagian besar ibu-ibu sesudah melahirkan. Ciri infeksi ringan misalnya, bisa ditandai dengan wanita yang sulit hamil. Namun, ada juga yang mengalami nyeri panggul di luar siklus menstruasi atau keputihan. Biasanya gejala ini sudah termasuk infeksi sedang atau berat. Jika infeksi yang terjadi ada pada saluran rahim dan kondisi infeksi sudah cukup berat dan sudah memasuki masa tumor atau kanker rahim, Maka sel telur harus diangkat. Karena jika tidak, akan menghambat kehamilan dan dapat mengakibatkan kemandulan bagi wanita penderitanya.
Penyakat infeksi rahim atau nyeri panggul ini bisa menyebabkan 6 penyakit yaitu : kanker serviks, kanker rahim, fibroid rahim, kista ovarium, radang panggul, dan infeksi saluran kemih. ( choirul, dkk : 2015) . Dalam hal ini peneliti menerapkan keilmuan sistem pakar yang merupakan salah satu keilmuan di bidang komputer yang mendayagunakan komputer sehingga dapat berprilaku cerdas seperti manusia.
            Sistem pakar ini berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer agar komputer dapat menyelesaikan seperti yang dilakukan para ahli. Sistem pakar akan memberikan gejala-gejala yang bisa mengidentifikasi suatu objek berdasarkan jawaban yang diterima. Dengan adanya sistem pakar ini diharapkan nantinya bisa memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat untuk dapat mengetahui tentang penyakit infeksi rahim dan dapat mencegahnya ke dampak yang lebih buruk seperti kanker rahim. Ada berbagai macam penalaran dengan model yang lengkap dan sangat konsisten, tetapi pada kenyataannya banyak permasalahan yang tidak dapat terselesaikan secara lengkap dan konsisten. Ketidakkonsistenan yang tersebut adalah akibat yang seperti itu disebut dengan penalaran non monotonis. Untuk mengatasi ketidak konsistenan tersebut maka dapat menggunakan penalaran dengan teori Dempster shafer.
Metode Dempster Shafer adalah suatu teori matematika untuk pembuktian berdasarkan belief functions and plausible reasoning  fungsi kepercayaan dan pemikiran yang masuk akal, yang digunakan untuk mengkombinasikan potongan informasi yang terpisah (bukti) untuk mengkalkulasi kemungkinan dari suatu peristiwa. (Muhammad, dkk : 2013)
            Berdasarkan latar belakang tersebut untuk mengetahui penyakit infeksi rahim yang mungkin diderita oleh seorang wanita, maka peneliti menggunakan keilmuan sistem pakar yang menerapkan metode dempster shafer sebagai cara untuk melakukan penelusuran terhadap penyakit infeksi rahim yang mungkin diderita beserta solusinya, sehingga dalam skripsi ini peneliti mengangkat judul “Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Infeksi Rahim dengan Menggunakan Metode Dempster Shafer”.

I.2. Ruang Lingkup Permasalah
I.2.1 Identifikasi Masalah
Adapun masalah-maslah yang peneliti identifikasikan adalah :
1.      Dalam mendeteksi penyakit infeksi rahim belum di implementasikan metode Dempster Shafer.
2.      Masyarakat atau user belum mendapatkan aplikasi khusus untuk informasi penyakit infeksi rahim.
3.      Masyarakat kesulitan untuk mengetahui gejala penyakit infeksi rahim.
I.2.2. Rumusan Masalah
      Adapun rumusan masalah yang diidentifikasikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Bagaimana merancang sistem pakar dalam mendiagnosa penyakit infeksi rahim dengan menggunakan metode Dempster Shafer ?
2.      Bagaimana membangun aplikasi yang dapat mendiagnosa penyakit infeksi rahim dengan menerapkan metode Dempster Shafer ?
3.      Bagaimana mengimplementasikan sistem pakar untuk dapat mendiagnosa penyakit infeksi rahim sehingga dapat memberikan informasi kepada masyarakat ?


I.2.3. Batasan Masalah
     Dalam penelitian ini terdapat beberapa batasan masalah, antara lain :
1.      Program aplikasi ini hanya digunakan untuk mendiagnosa penyakit infeksi rahim.
2.      Data yang diuji adalah data yang berasal dari sumber pengetahuan dokter spesialis kandungan yang hanya menyangkut penyakit infeksi rahim.
3.      Laporan yang dihasilkan adalah mengenai penyakit infeksi rahim dan solusi penanggulangannya.
4.      Pengolahan data diagnosa penyakit infeksi rahim dengan menggunakan metode Dempster Shafer.

I.3.Tujuan dan Manfaat
1.3.1 Tujuan
Adapun  tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Untuk merancang sistem pakar dalam mendiagnosa penyakit infeksi rahim dengan menggunakan metode Dempster Shafer.
2.      Untuk membangun aplikasi yang dapat mendiagosa penyakit infeksi rahim dengan menerapkan metode Dempter shafer.
3.      Untuk mengimplementasikan sistem pakr yang dapat mendiagnosa penyakit infeksi rahim sehingga dapat memberikan informasi kepada masyarakat.
I.3.2.  Manfaat
     Manfaat yang dimbil dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.        Memudahkan dalam mendiagnosa penyakit infeksi rahim.
2.        Meminimalisasi korban dan kerugian akibat kelalaian dalam menanggulangi penyakit ini dengan pencegahan sejak dini.
3.        Sebagiinformasi kepada masyarakat tentang penyakit infeksi rahim.

I.4.Metode Penelitian
I.4.1. Analisa Sistem
Adapun metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Dempster Shafer. Peneliti melakukan beberapa cara dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi pihak pegawai rumah sakit maupun masyarakat. Diantaranya adalah :
1.      Studi Lapangan
Merupakan metode yang dilakukan dengan mengadakan studi langsung ke lapangan untuk mengumpulan data yaitu peninjauan langsung ke lokasi studi. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan penulis adalah :
a.       Pengamatan (observasi)
Yaitu kegiatan mencari dan mengumpulkan data dan informasi dengan cara mengamati secara langsung ke Rumah Sakit Sinar Husni.
b.      Sampel
Mengambil contoh-contoh data yang diperlukan khususnya data gejala penyakit infeksi rahim.
c.       Wawancara
Penulis melakukan wawancara langsung kepada
1.      Apa itu penyakit infeksi rahim ?
2.      Apa menurut dokter, penyebab penyakit infeksi rahim?
3.      Bagaimana cara mengidentifikasi penyakit infeksi rahim pada wanita?
4.      Bagaimana cara menangani atau solusi terhadap penyakit infeksi rahim pada wanita yang baik dan benar  menurut dokter?
2.      Studi Kepustakaan (Library Research)
Yang dimaksud studi kepustakaan ialah segala usaha yang dimiliki oleh penelitian untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang akan sedang diteliti. Informasi itu dapat diperoleh dari buku-buku, karangan-karangan ilmiah, jurnal, dan makalah.
1.4.2. Prosedur Perancangan
Prosedur perancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
      Penjelasan prosedur rancangan :
1.      Target/Tujuan Penelitian
Target penelitian dilakukan untuk membuat suatu aplikasi untuk memudahkan paramedis dalam mengidentifikasi penyakit infeksi rahim dengan metode dempster shafer.
2.      Analisis Kebutuhan
Berisi tentang hal-hal yang harus ada pada hasil perancangan agar mampu menyelesaikan masalah yang ada sesuai tujuan. Beberapa hal-hal yang harus dipenuhi adalah :
a.       Adanya aplikasi yang dijalankan untuk melakukan proses identifikasi penyakit infeksi rahim.
b.      Adanya database untuk menyimpan data dari hasil identifikasi penyakit infeksi rahim.
3.      Spesifikasi
Secara umum sistem pakar yang dirancang mempunyai spesifikasi sebagai berikut :
a.      Hardware
a)      PC (Personal Computer) atau Laptop dengan processor diatas Pentium IV.
b)      Memory diatas 1 GB DDR3
c)      Harddisk diatas 320 GB.
b.      Software
a)      Menggunakan bahasa pemograman Visual Basic 2010
b)      Database yang digunakan adalah SQL Server 2008
4.      Desain dan Implementasi
Setelah jelas spesifikasi, selanjutnya dilakukan pembuatan atau desain sistem pakar menggunakan metode Dempster Shafer dan implementasinya. Implementasi sistem pakar yang akan dibangun menggunakan rule-based expert system yang menerapkan metode Dempster Shafer. Pada sesi konsultasi sistem, user menceklis gejala-gejala penyakit infeksi rahim yang disediakan oleh sistem berdasarkan gejala yang dialami sipasien. Sedangkan untuk perancangan sistem menggunakan model perancanagan UML ( Unified Modeling Language), dimana untuk menggambarkan fungsionalitas sistem dengan menggunakan Use Case Diagram, untuk menjelaskan interaksi antar objek baik dalam maupun di sakitar sistem menggunakan Squence Diagram, untuk menjelaskan spesifikasi objeknya menggunakan Clas Diagram den untuk menggambarkan alir aktivitasnya menggunakan Activity Diagram.
5.      Vertifikasi
Vertifikasi dilakukan untuk mengecek kembali keadaan sistem pakar yang telah dibuat. Dengan demikian bila ada kesalahan atau kekurangan dapat diperbaiki terlebih dahulu, maka kembali ke tahap desain dan implementasi, jika sistem pakar yang telah dibuat berhasil maka lanjut ke tahap validasi.
6.      Validasi
Pada tahap ini dilakukan pengujian sistem pakar secara menyeluruh, meliputi pengujian fungsional dan pengujian ketahanan sistem. Pengujian fungsional dilakukan untuk mengetahui bahwa sistem dapat bekerja dengan baik sesuai dengan prinsip kerjanya. Pengujian ketahanan berkaitan dengan kemapuan sistem pakar menyajikan informasi dan solusi tentang penyakit infeksi rahim berdasarkan input yang diberikan. Dari validasi ini dapat diketahui kesesuaian hasil perancangan denga analisis kebutuhan yang diharapkan.
7.      Finalisasi
Pada tahap ini, perancangan telah selesai dikerjakan dengan standar sistem pakar sesuai denga kebutuhan, bila dalam tahap ini semau sistem telah berjalan denga baik dan lancar, maka sistem siap digunakan.

1.5. Keaslian Penelitian
       Berikut adalah perbandingan antara sistem pakar dengan metode Dempster Shafer yang pernah menjadi bahan penelitian sebelumnya.
No.
Penelitian
Judul
Hasil
1.
Muhammad, dkk
(2013)
STMIK Triguna Dharma Medan
Sistem Pakar Metode Dempster Shafer untuk Menetukan Jenis Gangguan Perkembangan pada Anak
Dengan adanya aplikasi dengan metode Dempster Shafer maka orang awam dapat mengetahui gejala gangguan perkembangan anak tanpa bertemu langsung dengan dokter atau ahlinya.
2.
Amanda dan Cahaya
(2015)
Teknologi Informasi, Politeknik Negri Malang
Analisa Perbandingan Metode Certainty Factor dan Dempster Shafer pada Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Diabetes Melitus
Membuktikan bahwa metode Dempster Shafer lebih tepat untuk diterapkan pada sistem pakar diagnosa penyakit diabetes melitus karena memiliki tingakat kenyakinan lebih tinggi di banding metode Certainty Factor.
3.
Edi Faizal
(2014)
Teknik Komputer STMIK El Rahma Yogyakarta
Penerapan Teori Dampster Shafer pada Sistem Cerdas untuk Mendeteksi Gangguan Kesehatan Kandungan
Sistem mampu mengenali penyakit kandungan dengan benar sebesar 100% dan memiliki tingkat akuransi 90% dengan error rate sebesar 10% dan untuk menunjukan tingkat kepercayaan terhadap hasil diagnosa sistem maka digunakan metode Dempster Shafer.

1.6. Lokasi Penelitian
       Adapun lokasi penelitiannya dilakukan pada Rumah Sakit Sinar Husni yang beralamat Jln. Veteran, Gg. Utama Psr. V Helvetia. Tlpon : 061-8463432

1.7. Sistematika Penulisan
       Sistematika yang digunakan dalam skripsi ini adalah sebagai berikut :
BAB I : PENDAHULUAN
              Berdasarkan tentang latar belakang masalah, ruang lingkup permasalahan, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode penelitian, dan sistematika penulisan.
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
               Bab ini akan menjelaskan konsep tentang kecerdasan buatan dan sistem pakar untuk pemecahan masalah tentang penyakit infeksi rahim serta prosedur, metode-metode, teori-teori, pengertian dan defenisinya.
BAB III : ANALISIS DAN DESAIN  SISTEM
                Bab ini berisi tentang analisis dan perancangan terhadap sistem yang akan dirancang serta pembahasan mengenai tahapan-tahapan penyelesaian masalah, mendesain arsitektur sistem, cara kerja sistem, desain database dan interface.
BAB IV : HASIL DAN UJI COBA
            Bab ini menjelaskan tentang implementasi hasil dari sistem pakar yang dirancang, pembahasan sitem pakar, pengujian serta kelebihan dan kekurangan Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Infesi Rahim dengan menggunakan metode Dempster Shafer.
BAB V  : KESIMPULAN DAN SARAN
                Pada bab terakhir ini berisikan tentang kesimpulan dari keseluruhan pembahasan skripsi mengenai hasil analisa dari penelitian dan hasil akhir dari sistem yang telah dirancang dan saran kepada pemakai aplikasi serta akan mengembangkan sistem ini dimasa mendatang.

No comments